JD.com Tutup di Indonesia, Kini Tertekan Persaingan di Bisnis Pesan-Antar MakananJD.com tutup di Indonesia pada 2023. Kini, raksasa e-commerce China ini menghadapi persaingan ketat di bisnis pesan-antar makanan dari Meituan dan Alibaba.

JD.com Tutup di Indonesia, Alihkan Fokus ke Bisnis Baru

JD.com, raksasa e-commerce asal China, resmi menghentikan operasinya di Indonesia pada Maret 2023. Penutupan JD.id menjadi akhir dari kiprahnya di pasar e-commerce Tanah Air yang ketat persaingannya.

Meski hengkang dari Indonesia, JD.com tetap mengembangkan bisnis di negara asalnya. Pada Februari 2025, perusahaan meluncurkan JD Takeaway, layanan pesan-antar makanan yang menjadi langkah diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis inti e-commerce yang sedang tertekan.

Pertumbuhan Signifikan, Tapi Belum Kuat Melawan Pemimpin Pasar

Peluncuran JD Takeaway sempat membawa hasil positif. Pada kuartal II (Q2) 2025, basis pengguna, trafik, dan pendapatan layanan ini meningkat pesat. Pertumbuhan jumlah konsumen dan frekuensi belanja mencapai lebih dari 40%.

Namun, data M Science menunjukkan tren penurunan sejak puncak pertumbuhan di pertengahan Juni. Hingga 27 Juli 2025, pengguna aktif harian turun lebih dari 13% dibanding minggu sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal kehilangan momentum dan pangsa pasar.

Persaingan Ketat dari Meituan dan Alibaba

Di sektor pesan-antar makanan, JD.com berhadapan dengan dua pemain dominan: Meituan dan Ele.me milik Alibaba.

  • Meituan mencetak rekor pesanan harian 120 juta untuk makanan dan ritel, menguasai hampir 70% pangsa pasar.
  • Alibaba melalui bisnis perdagangan instan Taobao yang terintegrasi dengan Ele.me mencapai 80 juta pesanan harian pada awal Juli, dengan lebih dari 200 juta pengguna aktif harian.

Persaingan semakin ketat sejak Juli, dengan ketiga perusahaan menjanjikan subsidi besar hingga total 200 miliar yuan untuk pengiriman instan. Strategi ini memicu perang harga yang bahkan menarik perhatian regulator.

Tantangan Profitabilitas

Meski mendorong pertumbuhan pengguna, ekspansi JD Takeaway menekan profitabilitas JD.com. Margin operasi yang disesuaikan anjlok dari 4% di tahun lalu menjadi hanya 0,3% pada kuartal Juni 2025.

CEO JD.com, Sandy Xu, mengakui persaingan sengit ini dan menyatakan fokus perusahaan adalah memperkuat platform agar lebih menarik bagi pengguna, pedagang, dan mitra pengiriman.

Meituan dan Alibaba sendiri belum merilis laporan kinerja kuartal terbarunya.

Baca juga: Sejarah Apple Pie: Ikon Amerika yang Ternyata Berasal dari Eropa