Utang Indonesia 2025: 10 Negara Pemberi Pinjaman TerbesarUtang luar negeri Indonesia per Juni 2025 tembus US$433,4 miliar. Singapura, AS, dan China jadi tiga negara pemberi pinjaman terbesar.

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.014 Triliun

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia per Juni 2025 sebesar US$433,4 miliar atau sekitar Rp7.014 triliun (kurs Rp16.185). Angka ini turun tipis 0,62% dibandingkan Mei 2025, namun masih tumbuh 6,1% secara tahunan.

Dari total itu, utang pemerintah dan BI tercatat US$206,5 miliar, sementara sisanya berasal dari sektor swasta.

Amerika Serikat & China Semakin Dominan

Pinjaman dari Amerika Serikat (AS) per Juni 2025 mencapai US$26,45 miliar, turun 0,49% dibanding Mei. Tren penurunan ini berlanjut setelah pada Mei 2025 sempat anjlok 3,84%.

Sebaliknya, pinjaman dari China justru naik 0,56% menjadi US$23,53 miliar. Lonjakan tajam terlihat dalam 15 tahun terakhir: dari hanya US$2,49 miliar pada 2010, kini China menempati posisi ketiga pemberi pinjaman terbesar bagi Indonesia.

Singapura Jadi Kreditor Utama RI

Sejak 2012, Singapura menduduki posisi teratas sebagai negara pemberi utang terbesar ke Indonesia. Nilainya terus naik hingga mencapai US$56,8 miliar per Juni 2025.

10 Negara Pemberi Utang Terbesar Indonesia (Juni 2025)

  1. Singapura – US$56,8 miliar
  2. Amerika Serikat – US$26,45 miliar
  3. China – US$23,53 miliar
  4. Jepang – US$20,4 miliar (turun dari US$40,47 miliar di 2010)
  5. Hong Kong – US$15,2 miliar
  6. Belanda – US$4,19 miliar (turun dari US$15,37 miliar di 2010)
  7. Korea Selatan – US$3,9 miliar
  8. Jerman – US$3,6 miliar
  9. Prancis – US$3,4 miliar
  10. Inggris – US$3,1 miliar

Kepentingan Strategis di Balik Utang

China banyak terlibat dalam proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, smelter, hingga Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC). Sementara itu, AS lebih dominan menyalurkan investasi dan pinjaman di sektor teknologi dan energi.

Keduanya memandang Indonesia sebagai mitra penting karena potensi sumber daya alam seperti nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit yang vital di pasar global.

Baca juga: Sejarah Panjang Kimchi: Dari Makanan Musim Dingin hingga Ikon Korea