Latar Belakang Perjuangan Belanda
Sebelum 1945, banyak pemuda Belanda ikut melawan pendudukan Jerman. Salah satunya adalah Johan Heinrich Christoffel Ulrici atau Henk Ulrici (1921-2000). Saat Belanda diduduki Nazi pada Mei 1940, Henk bergabung dengan Knokploegen (KP), pasukan bawah tanah yang menentang tentara Jerman.
Henk memiliki peran penting dalam sabotase. Musim dingin terakhir Perang Dunia II, ia bersama anggota gerakan bawah tanah meledakkan jalur kereta Amsterdam-Amersfoort. Meski sempat tertawan, Henk berhasil melarikan diri.
Om Henk: Pengalaman Militer Sebelum Perang
Jan Baptist Vermeulen (1904-1992), atau Om Henk, lebih senior dari Henk Ulrici. Ia pernah bertugas di Hindia Belanda dan Akademi Militer Belanda sebelum Belanda diduduki. Setelah penyerahan Belanda, ia menolak tunduk kepada pihak pendudukan dan bergabung dengan gerakan bawah tanah Orde Dienst (OD).
Om Henk juga membantu orang Yahudi yang teraniaya dan sempat ditahan di Jerman karena misi menyelundupkan informasi ke Sekutu. Ia baru bebas setelah Belanda dibebaskan tentara Amerika Serikat.
Dari Pejuang Nazi Menjadi Tentara di Indonesia
Setelah Perang Dunia II, Henk Ulrici dan Om Henk dikirim ke Indonesia sebagai bagian dari tentara Belanda. Henk Ulrici mendapat pangkat letnan dan Om Henk pangkat onderluitenant. Keduanya memimpin pasukan khusus dalam operasi militer Belanda untuk mempertahankan Hindia Belanda.
Henk Ulrici memimpin pasukan bernama Eric dan terlibat perburuan terhadap Poncke Princen, seorang tentara Belanda yang membelot ke pihak Indonesia. Meski gagal menewaskan Princen, Henk terkenal dalam sejumlah pertempuran melawan pejuang kemerdekaan Indonesia, dan kemudian naik pangkat hingga kapten. Ia menerima penghargaan Ridders Militaire Willemsorde Kelas Empat.
Om Henk ditempatkan di Depot Special Troepen (DST) di bawah Kapten Raymond Westerling, pasukan yang terkenal dengan aksi brutal di Sulawesi Selatan. Pada Januari 1947, pasukannya terlibat operasi pembersihan terhadap kelompok “extremist”. Laporan menyebut, sebanyak 364 orang Indonesia tewas dalam operasi ini, termasuk beberapa anggota pasukannya sendiri.
Ironi Sejarah
Kisah Henk Ulrici dan Om Henk sarat ironi. Sebelum 1945, mereka berjuang melawan pendudukan Jerman demi kemerdekaan negaranya. Namun, setelah 1945, mereka menindas bangsa lain demi mempertahankan Hindia Belanda. Aksi mereka di Indonesia mencerminkan metode militer yang kejam, mirip tentara Nazi yang pernah mereka lawan.
Kesimpulan
Henk Ulrici dan Om Henk menunjukkan kompleksitas sejarah kolonial Belanda. Dari pejuang melawan penindasan hingga menjadi pelaku penindasan, kisah mereka menjadi pengingat pahit tentang dampak kolonialisme dan perang terhadap bangsa lain.
Baca juga: Sejarah Rendang: Dari Kuliner Minangkabau hingga Mendunia

