Mahasiswa Unpad Juara Innovilleague 2025
Tim Jatinewyork dari Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Innovilleague 2025. Kompetisi ini merupakan ajang gagasan inovatif mahasiswa untuk pemberdayaan desa yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Kemenangan mahasiswa Unpad di Innovilleague 2025 hadir lewat karya bertajuk “Akselerator Ekonomi Kreatif Berbasis Kerajinan Bambu”. Inovasi ini menekankan metode community empowerment untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di Desa Babakan Peuteuy, Jawa Barat.
Inovasi Ekonomi Kreatif Berbasis Bambu
Tim Jatinewyork terdiri dari tiga mahasiswa yang prihatin terhadap kondisi perajin bambu desa. Mereka terdampak pandemi Covid-19 dan sulit berkembang. Dengan pendekatan ini, mahasiswa Unpad berupaya menghadirkan solusi yang nyata, bukan sekadar wacana.
“Kami ingin menghadirkan ide yang konkret agar dapat diterapkan langsung di lapangan,” jelas Haris Maulana, salah satu anggota tim.
Dukungan Pemerintah terhadap Mahasiswa
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengapresiasi gagasan mahasiswa. Menurutnya, inovasi generasi muda adalah kunci mempercepat pembangunan desa sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.
“Innovilleague bukan hanya kompetisi, tapi gerakan nasional untuk membangun kesadaran mahasiswa agar mengangkat potensi desa,” kata Prof Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa.
UI dan Unesa Raih Posisi Kedua dan Ketiga
Selain Unpad, juara kedua diraih oleh Tim Passmapres dari Universitas Indonesia (UI) dengan inovasi digital berbasis AI. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Tim Simpul Asa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui gagasan platform desa pintar.
Gerakan Nasional untuk Desa Mandiri
Dalam penganugerahan Innovilleague 2025, perguruan tinggi juga mendeklarasikan komitmen mendampingi 40.000 desa hingga 2029. Tujuannya, menciptakan desa mandiri melalui kolaborasi pemerintah, kampus, dan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, karya mahasiswa Unpad diharapkan menjadi contoh bagaimana inovasi lokal dapat berdampak besar. Tidak hanya menjaga tradisi kerajinan bambu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Baca juga: Sejarah Gelato: Asal Usul Dessert Italia yang Mendunia

