Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gebrakan di sektor perdagangan. Diam-diam, ia memperluas kebijakan tarif impor 50% untuk baja dan aluminium dengan memasukkan lebih dari 400 kategori produk baru. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Senin waktu setempat. Trump Tambah Tarif Baja.
Produk yang kini terdampak tarif tambahan mencakup berbagai sektor. Mulai dari alat pemadam kebakaran, mesin, bahan kimia khusus, material konstruksi, hingga komponen furnitur. Bahkan, produk yang mengandung unsur baja dan aluminium dalam jumlah kecil ikut masuk daftar.
Alasan Trump Tambah Tarif Baja
Departemen Perdagangan AS menyatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat industri baja dan aluminium domestik. Menurut Jeffrey Kessler, Wakil Menteri Perdagangan untuk bidang industri dan keamanan, langkah ini sekaligus menutup celah yang sebelumnya memungkinkan pelaku usaha menghindari tarif.
“Langkah hari ini memperluas cakupan tarif baja dan aluminium serta mendukung upaya berkelanjutan untuk merevitalisasi industri dalam negeri,” ujar Kessler.
Dampak Ekonomi yang Lebih Besar
Meski daftar produk yang terkena tarif hanya dicantumkan melalui kode kepabeanan, para ahli menilai dampaknya akan luas. Jason Miller, profesor manajemen rantai pasok di Michigan State University, memperkirakan nilai impor yang terdampak kini mencapai setidaknya US$ 320 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan estimasi sebelumnya sekitar US$ 190 miliar.
Menurut Miller, kebijakan ini berpotensi menambah tekanan inflasi dari sisi biaya produksi. Kondisi tersebut datang di saat harga domestik AS sudah menunjukkan tren kenaikan, sebagaimana terlihat dalam data indeks harga produsen (PPI) bulan Juli.
Implikasi Global
Kebijakan Trump ini diperkirakan akan memicu reaksi dari mitra dagang utama AS. Tarif tinggi pada baja dan aluminium dapat mengganggu rantai pasok global, meningkatkan harga barang jadi, serta menimbulkan ketegangan baru di sektor perdagangan internasional.
Dengan cakupan yang makin luas, kebijakan Trump tambah tarif baja dan aluminium menandai langkah agresif AS dalam melindungi industri strategisnya, meski berisiko memicu gelombang inflasi baru di pasar global.
Baca juga: Resep Ossobuco Truffle Errico Recanati, Filosofi Rasa dari Marche

