Relokasi Pabrik China ke Indonesia MeningkatRelokasi pabrik China ke Indonesia meningkat. Kawasan industri seperti Jababeka menarik investasi sektor EV, elektronik, dan logistik.

Tarik Investasi Akibat Tarif AS

Relokasi pabrik China ke Indonesia meningkat karena tarif resiprokal Amerika Serikat sebesar 19%. Kawasan industri seperti Jababeka, Subang Smartpolitan, dan Kendal menarik perhatian investor, terutama di sektor energi, kendaraan listrik, elektronik, dan logistik.

Ketua Umum APPI, Yohanes P. Widjaja, menjelaskan minat investasi ini berbeda tergantung jenis produk. Beberapa pabrikan Taiwan bahkan mempertimbangkan membangun fasilitas manufaktur di Indonesia karena tarif AS lebih tinggi untuk negara lain. Strategi China+1 membuat Indonesia semakin menarik sebagai tujuan relokasi dan ekspansi rantai pasok.

Jababeka Catat Peningkatan Minat Investor

Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, menyatakan sejak awal 2025 terjadi peningkatan kunjungan dan minat investasi dari perusahaan China dan Asia Timur. Fokus investasi meliputi energi, ekosistem kendaraan listrik, elektronik, hingga logistik.

Jababeka menyiapkan proyek strategis untuk memaksimalkan peluang ini:

  • Cikarang: transformasi menjadi metropolitan modern
  • Kendal & Batang: kawasan industri padat karya dan EV
  • Tanjung Lesung: KEK pariwisata maritim dengan jalan tol 89 km dan lapangan terbang perintis
  • Morotai: hub logistik internasional untuk Indonesia Timur

Ekspansi Industri Otomotif China

Beberapa pabrikan mobil China, seperti BYD dan Chery, berencana membangun pabrik di Indonesia. Tren investasi EV China ke luar negeri bahkan melebihi investasi domestik. Data Rhodium Group menunjukkan pabrikan EV China menanamkan US$16 miliar di luar negeri, dibanding US$15 miliar di dalam negeri.

Faktor utama ekspansi ini adalah kapasitas berlebih, persaingan harga, dan strategi menghindari tarif tinggi di AS dan Eropa. Produsen baterai besar seperti CATL, Envision Group, dan Gotion High-Tech mengikuti permintaan pasar global, termasuk Tesla dan BMW.

Satgas Relokasi untuk Kelancaran Investasi

Center of Economics and Law Studies (Celios) menilai pemerintah perlu membentuk Satgas khusus. Satgas ini bertugas memastikan investasi relokasi pabrik China berjalan lancar dan menyerap tenaga kerja lokal, terutama di sektor padat karya.

Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Celios, menekankan Satgas harus menindaklanjuti rencana perusahaan, menginventaris kebutuhan pabrik, dan membantu menyerap tenaga kerja korban PHK industri.

Kesimpulan

Relokasi pabrik China ke Indonesia semakin nyata dengan minat tinggi dari sektor energi, EV, elektronik, dan logistik. Dukungan pemerintah, infrastruktur KEK, serta strategi China+1 membuat Indonesia jadi tujuan strategis investasi industri. Kawasan industri seperti Jababeka menjadi magnet bagi ekspansi global pabrikan China.

Baca juga: Sapo Tahu: Sejarah, Cita Rasa, dan Resep Lengkapnya