Jakarta – Pemerintah Iran Ragukan Komitmen Israel akan menepati janji dalam perjanjian gencatan senjata terbaru di Jalur Gaza. Konflik kedua pihak telah berlangsung selama dua tahun tanpa tanda-tanda berakhir sepenuhnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan potensi pelanggaran kesepakatan oleh pihak Israel. Menurutnya, Israel kerap mengingkari perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya, baik di Gaza maupun di Lebanon.
“Kami memperingatkan tentang tipu muslihat dan pengkhianatan rezim Zionis. Sama sekali tidak ada kepercayaan terhadap mereka,” ujar Araghchi seperti dikutip dari AFP, Minggu (12/10/2025).
Iran Ragukan Komitmen Israel: Tetap Dukung Gencatan Senjata
Meskipun meragukan komitmen Israel, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap mendukung upaya penghentian perang. Ia menyebut setiap rencana yang bertujuan menghentikan kekerasan dan melindungi rakyat Palestina akan selalu didukung oleh pemerintahnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Kementerian Luar Negeri Iran yang, pada Kamis (9/10), menegaskan komitmen negara itu terhadap perdamaian. Dalam keterangan resminya, Iran menyatakan mendukung penghentian perang genosida, penarikan pasukan pendudukan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Baca juga: Polres Tual Tangkap Enam Tersangka Kasus Pembunuhan di Dullah, Maluku
Selain itu, Iran juga menyerukan pembebasan tahanan Palestina dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat Palestina sebagai bagian dari upaya menuju perdamaian yang berkeadilan.
Ketegangan Iran–Israel
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam sejak perang 12 hari pada Juni lalu. Konflik itu dimulai setelah Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap instalasi nuklir dan militer Iran.
Serangan tersebut memicu kecaman internasional dan memperburuk hubungan kedua negara yang memang sudah lama bermusuhan.
Trump Akan Kunjungi Timur Tengah
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan diplomatik ke Israel dan Mesir setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan.
Trump akan menyampaikan pidato di parlemen Israel, Knesset, dan menghadiri seremoni penandatanganan perjanjian perdamaian di Mesir.
“Saya akan pergi ke Israel, berpidato di Knesset, dan kemudian ke Mesir. Mereka luar biasa,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (10/10/2025).
Setelah kunjungan tersebut, Trump dijadwalkan kembali ke Washington DC pada Selasa malam untuk menghadiri upacara penganugerahan Medali Kebebasan Anumerta kepada mendiang Charlie Kirk, aktivis konservatif yang tewas bulan lalu.
Kesimpulan
Pernyataan keras dari Iran ini menunjukkan masih besarnya ketegangan diplomatik di kawasan Timur Tengah, meski gencatan senjata Gaza telah disepakati. Iran tetap mendukung upaya perdamaian, namun skeptis terhadap niat Israel yang dianggap sering mengingkari komitmen sebelumnya.
Baca juga: Onigiri, Nasi Kepal Jepang yang Punya Sejarah Panjang dan Penuh Makna

