PSI Minta Pemprov DKI Rutin Periksa dan Remajakan Pohon di Area Publik
Jakarta — Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI meningkatkan pengawasan dan peremajaan pohon di berbagai area publik setelah insiden tragis tumbangnya pohon di kawasan Pondok Indah yang menewaskan seorang pengemudi.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi Pemprov untuk segera melakukan evaluasi dan langkah preventif di seluruh wilayah kota.
“Pemprov DKI harus melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi pohon, terutama yang berada di area publik dan jalan utama. Jika ditemukan pohon lapuk atau berisiko tumbang, segera lakukan penanganan sebelum terjadi kecelakaan,” ujar Francine.
Pohon Tua di Pondok Indah Rentan Tumbang
Menurut Francine, sebagian besar pohon di wilayah Pondok Indah sudah berumur puluhan tahun. Karena itu, pohon-pohon tersebut lebih mudah roboh saat hujan deras atau angin kencang.
Ia menambahkan bahwa peremajaan perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan jangka panjang. “Banyak pohon di kawasan ini sudah terlalu tua. Bila diperlukan, Pemprov harus mengganti pohon-pohon yang lapuk dengan yang baru agar lebih aman,” jelasnya.
Francine juga menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal estetika kota, tetapi menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, setiap pohon di ruang publik harus dipantau secara berkala untuk memastikan tidak menimbulkan risiko bagi pejalan kaki dan pengendara.
Langkah Pemprov DKI Cegah Insiden Terulang
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk segera mengambil langkah konkret. Sedikitnya 5.000 pohon dinilai berisiko tumbang dan perlu segera dipasangi penyangga.
Pramono mengatakan langkah ini menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa yang tertimpa pohon dan memastikan pemerintah daerah memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban, termasuk pengurusan asuransi dan pemakaman.
“Keselamatan warga menjadi tanggung jawab kami. Semua pihak terkait diminta bergerak cepat memastikan kondisi pohon di Jakarta aman,” tegasnya.
Dorongan untuk Kebijakan Berkelanjutan
PSI berharap Pemprov DKI tidak hanya melakukan tindakan sementara, tetapi juga menetapkan program pemeliharaan pohon jangka panjang. Program ini mencakup identifikasi pohon rawan, perawatan akar dan batang, hingga peremajaan sistematis setiap beberapa tahun.
Francine menutup dengan menegaskan bahwa keseimbangan antara keindahan kota dan keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. “Kami mendorong agar Dinas Pertamanan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai fokus utama dalam setiap program penghijauan,” pungkasnya.

