Duka Sumatera Utara: Korban Bencana Terus BertambahDuka Sumatera Utara: Korban Bencana Terus Bertambah

Duka di Sumatera Utara, Korban Bencana Terus Bertambah

Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih menyisakan duka mendalam. Derasnya hujan sejak 26 November 2025 membuat ratusan rumah rusak, akses jalan terputus, serta menelan banyak korban jiwa. Hingga Jumat sore, data resmi menunjukkan 174 orang meninggal dunia, dan puluhan lainnya belum ditemukan.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Sumatera Utara menjadi daerah terdampak paling parah, dengan jumlah korban meninggal mencapai 116 orang. Beberapa titik masih belum dapat diakses tim SAR, sehingga potensi penambahan korban masih sangat mungkin terjadi.

Kondisi Aceh: 35 Orang Meninggal, Puluhan Hilang

BNPB mencatat 35 warga Aceh meninggal dunia, 25 orang hilang, dan 8 mengalami luka-luka. Wilayah terdampak terbesar berada di Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Aceh Tenggara. Cuaca mulai cerah namun pencarian masih berlangsung dengan kendala medan yang sulit dan listrik yang belum sepenuhnya pulih.

Rincian korban di Aceh:

• Bener Meriah: 11 tewas, 13 hilang
• Aceh Tengah: 15 tewas
• Aceh Tenggara: 6 tewas, 7 hilang, 5 luka
• Gayo Lues: 1 tewas, 2 hilang
• Aceh Tamiang: 3 luka
• Subulussalam: 1 tewas
• Lhokseumawe: 1 tewas, 3 hilang

Sumatera Barat: 26 Korban Jiwa dan Ribuan Mengungsi

Bencana banjir dan longsor di Sumbar menewaskan 26 orang, sementara 29.152 warga berhasil dievakuasi. Tim Basarnas masih mencari 12 orang yang belum ditemukan. Total 3.900 KK terdampak, dengan wilayah terparah di Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang.

Penanganan darurat tetap berjalan paralel dengan pendistribusian logistik, obat-obatan, serta relokasi warga mengungsi ke pos-pos bantuan.

Sumatera Utara: Angka Korban Tertinggi 116 Jiwa

Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban tertinggi. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan 42 dinyatakan hilang. Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling parah dengan angka kematian mencapai 47 jiwa.

Rincian korban di Sumut:

• Tapanuli Tengah: 47
• Tapanuli Selatan: 32
• Sibolga: 17
• Tapanuli Utara: 11
• Humbahas: 6
• Pakpak Bharat: 2
• Padangsidimpuan: 1

Akses menuju beberapa lokasi masih tertutup material longsor, membuat proses penyelamatan dan distribusi bantuan belum optimal.

Situasi Belum Usai, Potensi Penambahan Korban Masih Terbuka

BNPB menyampaikan operasi penyelamatan akan terus dilanjutkan selama cuaca mendukung. Dengan banyaknya wilayah yang masih terisolasi, jumlah korban jiwa bisa kembali bertambah. Pemerintah pusat dan daerah tengah mempercepat pendistribusian bantuan logistik, tenda darurat, hingga suplai makanan.

Ratusan personel SAR, TNI, dan Polri masih berjibaku membuka akses jalan serta mencari korban yang tertimbun material longsor.

Kesimpulan

Gelombang bencana yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan warga kehilangan rumah, akses terputus, dan korban jiwa terus bertambah. Kini, fokus utama adalah evakuasi korban hilang dan percepatan bantuan kemanusiaan.