Logistik untuk Aceh Tamiang Mulai Dikirim
Bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dikirim hari ini melalui jalur laut dan udara. Bantuan logistik ke Aceh Tamiang menjadi prioritas karena sejumlah wilayah masih terisolir dan sulit diakses.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan distribusi bantuan dilakukan dengan memanfaatkan kapal dan helikopter. Pengiriman ini menjadi langkah cepat pemerintah untuk menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana.
Akses Darat Mulai Terbuka Bertahap
Meski kondisi medan masih berat, jalur darat menuju Aceh Tamiang dilaporkan mulai dapat dilalui kendaraan roda empat. Hal ini membuka peluang percepatan distribusi bantuan yang sebelumnya terhambat karena jalan terputus.
Kemensos memastikan bantuan darurat dari buffer stock segera digeser ke wilayah terdampak, termasuk pangan, sandang, hingga tenda pengungsian.
Bantuan Terkirim Lewat Kapal dan Helikopter
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo mengawal langsung pengiriman logistik menggunakan kapal. Pada saat bersamaan, helikopter BNPB juga diberangkatkan untuk menjangkau titik-titik yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
Rincian Logistik yang Dikirim
Bantuan yang diberangkatkan ke Aceh Tamiang meliputi:
- 460 paket makanan siap saji
- 120 paket makanan anak
- 500 paket lauk siap santap
- 56 paket kidsware
- 40 paket family kit
- 500 paket sandang anak
- 100 paket sandang dewasa
- 200 selimut
- 200 dus mi instan
- 1 ton beras
Pengiriman melalui dua jalur ini diharapkan dapat menjangkau seluruh warga yang saat ini bertahan di pengungsian dan wilayah terisolir.

