Bupati Taput Minta Maaf soal Beras Bantuan Dilempar dari HeliBupati Taput Minta Maaf soal Beras Bantuan Dilempar dari Heli

Bupati Taput Minta Maaf soal Beras Bantuan

Sebuah video viral menunjukkan warga korban banjir dan longsor di Tapanuli Utara memunguti beras bantuan yang bercampur tanah setelah paket itu rusak ketika dijatuhkan dari helikopter. Menyikapi situasi tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video resmi.

Menurut penjelasannya, ia bersama tim gabungan tengah mengirim bantuan untuk desa-desa yang terisolir akibat banjir dan longsor. Jalur darat belum sepenuhnya pulih, sehingga distribusi dilakukan menggunakan helikopter untuk memastikan warga tetap mendapatkan kebutuhan pokok.

Kronologi Insiden dari Versi Bupati

Bupati Jonius menjelaskan bahwa tim sudah melakukan tujuh kali penerbangan untuk membawa logistik. Ketika helikopter tiba di Kecamatan Hajoran, rencana pendaratan terganggu oleh keberadaan kabel listrik yang berpotensi membahayakan.

Pada ketinggian sekitar 10–15 meter, pilot memutuskan untuk tidak mendarat demi keamanan. Namun karena warga sudah menunggu, sebagian bantuan tetap diturunkan. Beberapa karung beras dan paket mi instan mengalami kerusakan saat dijatuhkan.

Setelah itu, tim menemukan lokasi pendaratan alternatif berupa kebun tak jauh dari titik awal. Helikopter berhasil turun pada ketinggian satu meter dari tanah, sehingga sisa bantuan bisa diturunkan dengan aman.

Total sekitar 400 kg beras dibawa dalam penerbangan tersebut. Dari jumlah itu, kurang lebih 10 karung mengalami kerusakan saat dijatuhkan dari ketinggian. Sisanya berhasil disalurkan langsung kepada warga.

Permintaan Maaf dan Penegasan

Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa seluruh bantuan diberikan murni atas dasar kemanusiaan. Ia meminta maaf kepada seluruh warga Tapanuli Utara, khususnya masyarakat Desa Manalu Purba yang terdampak langsung insiden tersebut.

“Kami memohon maaf. Semua dilakukan untuk keselamatan warga dan upaya menjangkau daerah yang tidak bisa diakses jalur darat,” ujarnya.

Data Terbaru Korban Banjir dan Longsor

Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Utara per Rabu (3/12/2025), jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di wilayah ini mencapai 307 orang. Sebanyak 17 kabupaten/kota masih terdampak, dengan Tapanuli Tengah menjadi lokasi terparah.

Rinciannya:

  • 86 meninggal, 112 hilang, dan 521 luka-luka di Tapanuli Tengah.
  • Puluhan ribu warga masih mengungsi di berbagai titik.

Upaya penyaluran logistik terus dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut untuk memastikan seluruh keluarga terdampak memperoleh bantuan yang memadai.