Akses Terputus, Bantuan ke Sikundo Aceh Barat Dikirim via HeliAkses Terputus, Bantuan ke Sikundo Aceh Barat Dikirim via Heli

Akses Darat Terputus, Bantuan untuk Warga Sikundo Aceh Barat Disalurkan Lewat Udara

Bantuan ke Sikundo Aceh Barat terpaksa disalurkan melalui jalur udara. Hingga awal Januari 2026, akses darat menuju kawasan tersebut masih terputus akibat banjir bandang yang merusak jalan dan jembatan penghubung.

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat mengirimkan bantuan logistik menggunakan helikopter. Langkah ini diambil karena proses perbaikan jalan masih berlangsung dan belum memungkinkan dilalui kendaraan.

Distribusi Logistik Lewat Udara

Pelaksana tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan lewat udara menjadi satu-satunya opsi yang aman dan cepat. Oleh karena itu, tim memprioritaskan kebutuhan pangan dan energi bagi warga terdampak.

Bantuan yang dikirim meliputi beras, paket sembako, serta satu unit mesin genset. Logistik ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan akses.

Warga Terisolasi Hampir Sepekan

Sebelumnya, pemerintah daerah juga sempat menyalurkan bantuan darurat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang membutuhkan dukungan lanjutan.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan bahwa sekitar 40 kepala keluarga di komunitas adat terpencil Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, masih terisolasi. Mereka terjebak di wilayah pedalaman sejak banjir bandang melanda.

Jalan Rusak Parah dan Berubah Jadi Sungai

Menurut Tarmizi, banjir bandang menghancurkan jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer. Badan jalan yang sebelumnya dapat dilalui kini berubah menjadi aliran sungai, sementara jembatan penghubung putus total.

Akibatnya, warga tidak bisa keluar masuk desa dengan aman. Bahkan, hanya kepala desa dan beberapa warga yang berani mencoba keluar dengan menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas.

Krisis Pangan dan Akses Darurat

Selain berbahaya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Pasokan bahan makanan dan obat-obatan semakin menipis. Sekitar seratusan warga terdampak langsung oleh keterisolasian tersebut.

Jembatan gantung yang pernah menjadi akses utama warga juga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Kini, warga terpaksa memanfaatkan ban mobil untuk menyeberangi sungai karena tidak tersedia perahu atau sampan.

Akses Alternatif Sangat Terbatas

Untuk mencapai Sikundo melalui jalur darat, tim harus menerobos hutan menggunakan kendaraan 4×4. Perjalanan ini hanya bisa dilakukan oleh pengemudi off-road berpengalaman dan tetap memiliki risiko tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah bersama BPBD terus mengandalkan pengiriman bantuan lewat udara. Langkah ini dinilai paling efektif sambil menunggu perbaikan infrastruktur selesai dan akses darat kembali normal.