Tebing Ngarai Sianok Agam Longsor 120 MeterTebing Ngarai Sianok Agam Longsor 120 Meter

Tebing Ngarai Sianok di Agam Longsor 120 Meter, Warga Diminta Waspada

Longsor Ngarai Sianok Agam terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Tebing di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, runtuh dengan ketinggian sekitar 120 meter dan lebar kurang lebih 15 meter. Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Longsor terjadi di salah satu sudut ngarai yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan Ngarai Kaluang. Puncak kejadian berlangsung pada Kamis lalu, setelah intensitas hujan meningkat dalam durasi yang cukup lama.

Dipicu Hujan Deras Berkepanjangan

Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, menjelaskan bahwa hujan deras yang turun terus-menerus menjadi pemicu utama longsor. Oleh karena itu, ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain itu, lokasi longsor berada sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga. Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut berprofesi sebagai petani dan pedagang, sehingga aktivitas sehari-hari mereka tidak langsung terdampak.

Sawah Warga Terdampak Longsoran

Meski tidak merusak rumah warga, longsor tersebut tetap membawa dampak. Beberapa area persawahan milik warga dilaporkan ikut terkikis material longsoran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi petani yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut.

Pemerintah desa kemudian melaporkan kejadian ini kepada BPBD Agam. Langkah ini dilakukan agar penanganan dan pemantauan dapat segera dilakukan oleh pihak terkait.

Longsor Pernah Terjadi Sebelumnya

Menurut aparat desa, longsor di kawasan Ngarai Sianok bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi di beberapa titik aliran ngarai, terutama saat curah hujan tinggi.

Karena itu, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan wilayah sekitar aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi. Koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah risiko lebih besar.

Warga Diminta Jauhi Bibir Ngarai

Saat ini, tidak ada warga yang dievakuasi. Pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dari permukiman dan dinilai relatif aman. Namun demikian, aparat desa tetap mengingatkan warga agar berhati-hati.

Warga yang beraktivitas di sawah dan kebun diminta tidak mendekati bibir ngarai, terutama saat hujan turun. Imbauan ini ditekankan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi korban jika longsor susulan muncul.

Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat di sekitar Ngarai Sianok diimbau tetap waspada. Pemerintah desa dan BPBD terus memantau situasi di lapangan.

Melalui kewaspadaan bersama dan kepatuhan terhadap imbauan, diharapkan risiko bencana susulan dapat diminimalkan, serta keselamatan warga tetap terjaga.