Prabowo Arahkan Siswa Kedinasan Bantu Korban BencanaPrabowo Arahkan Siswa Kedinasan Bantu Korban Bencana

Arahan Prabowo: Siswa Kedinasan Turun ke Lokasi Bencana untuk Bantu Korban

Prabowo arahkan siswa kedinasan bantu bencana sebagai bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak. Presiden Prabowo Subianto meminta sekolah-sekolah kedinasan mengerahkan peserta didik ke lokasi bencana sesuai bidang keahlian masing-masing. Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah mengirim 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri ke Aceh Tamiang.

Mendagri Lepas Praja IPDN

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung melepas para praja IPDN di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (3/1). Ia menyampaikan bahwa arahan Presiden muncul setelah diskusi mendalam terkait situasi bencana di sejumlah daerah.

Menurut Tito, Presiden menilai keterlibatan sekolah kedinasan sebagai langkah konkret. Selain membantu korban, para taruna dan praja juga memperoleh pengalaman lapangan yang relevan dengan pendidikan mereka.

Prabowo: Bantu Pemerintahan dan Layanan Publik

Tito menjelaskan bahwa praja IPDN tidak hanya melakukan kerja bakti. Mereka juga membantu menghidupkan kembali sistem pemerintahan dan layanan publik yang terdampak bencana. Karena itu, penugasan ini memberi manfaat ganda bagi daerah dan peserta didik.

Lebih lanjut, Tito menyebut skema ini sebagai solusi saling menguntungkan. Para praja membantu pemulihan daerah, sementara kampus memasukkan kegiatan tersebut ke dalam kurikulum dan penilaian akademik.

Spesialisasi Sekolah Kedinasan Dimaksimalkan

Selain IPDN, Presiden mendorong keterlibatan sekolah kedinasan lain. Sekolah kedinasan perhubungan dapat membantu bandara dan pelabuhan terdampak. Sementara itu, sekolah kedinasan kelautan dan perikanan bisa turun ke wilayah pesisir dan nelayan yang terkena dampak.

Dengan cara ini, pemerintah memaksimalkan keahlian peserta didik agar langsung berdampak di lapangan. Pada saat yang sama, para siswa menghadapi persoalan riil sebagai bekal masa depan.

Penugasan Bisa Diperpanjang

Prabowo memberikan apresiasi atas pengiriman praja IPDN. Ia bahkan membuka peluang perpanjangan masa tugas jika kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan tambahan.

Saat ini, praja IPDN bertugas selama satu bulan. Mereka membawa perlengkapan sendiri, seperti sekop dan cangkul, serta logistik pribadi. Para praja fokus membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi ASN setempat, dan mengaktifkan kembali layanan publik.

Aceh Tamiang Jadi Prioritas

Tito menegaskan bahwa Aceh Tamiang menjadi prioritas karena tingkat kerusakannya paling berat dibanding wilayah terdampak lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, pemulihan daerah bergantung pada dua indikator utama.

Pertama, pemerintahan harus kembali berjalan normal. Kedua, aktivitas ekonomi masyarakat perlu hidup kembali. Saat penugasan dimulai, kedua indikator tersebut belum berjalan optimal di Aceh Tamiang.

Bagian dari Kurikulum IPDN

Penugasan praja IPDN ini masuk dalam program kuliah kerja nyata (KKN). Kampus menilai kegiatan tersebut sebagai pembelajaran langsung yang sangat berharga.

Tito menekankan bahwa para praja berhadapan langsung dengan tantangan di lapangan. Melalui pengalaman ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun empati dan kesiapan sebagai aparatur negara di masa depan.