Keluhan Warga Soal Gas Air Mata kepada Kapolres Jaktim
Gas air mata tawuran Jakarta Timur menjadi sorotan publik setelah sebuah video warga memprotes tindakan polisi beredar luas. Warga mengeluhkan efek gas yang menyebar hingga masuk ke rumah mereka saat aparat membubarkan tawuran di Jalan DI Pandjaitan. Kapolres Jaktim menjelaskan alasannya
Beberapa warga bahkan mengaku merasakan dampak langsung. Istri salah satu warga mengalami mata perih dan sesak napas akibat paparan gas tersebut. Karena itu, mereka menyampaikan keberatan kepada petugas setelah situasi mereda.
Polisi Menjelaskan Alasan Tindakan
Menanggapi keluhan itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya memimpin langsung pengamanan di lokasi dan memastikan tidak ada warga yang menjadi korban.
Selain itu, Alfian menyebut penggunaan gas air mata terjadi karena situasi sudah berbahaya. Para pelaku tawuran, menurutnya, menyerang aparat dengan petasan yang diarahkan langsung ke petugas.
Langkah Terukur Demi Keamanan
Polisi, kata Alfian, memakai gas air mata sebagai langkah terakhir. Aparat mengambil keputusan itu untuk menghentikan eskalasi kekerasan dan melindungi keselamatan warga serta petugas.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut mengikuti prosedur pengamanan. Tujuannya jelas, yakni mencegah situasi semakin meluas dan mengganggu ketertiban masyarakat di sekitar lokasi.
Evaluasi dan Pengawasan ke Depan
Meski begitu, kepolisian tetap berkomitmen melakukan evaluasi. Alfian menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pengamanan ke depan lebih efektif dan dampak terhadap warga bisa diminimalkan.
Sementara itu, polisi juga terus meningkatkan patroli di wilayah rawan. Upaya ini bertujuan mencegah tawuran berulang dan menjaga lingkungan tetap aman.

