Iran Ancam Balas Serangan: Peringatan Keras
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel atas rangkaian serangan yang menghantam wilayah Iran.
Menurut kantor berita resmi IRNA yang dikutip Al Jazeera, Larijani menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
“Para prajurit pemberani dan bangsa Iran yang hebat akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas keji internasional,” ujarnya, Minggu (1/3).
Iran Ancam Balas Serangan: Hantam Puluhan Provinsi
Serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan terjadi sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Lebih dari 20 dari 31 provinsi di Iran menjadi sasaran.
Target utama serangan disebut mencakup Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas sipil terdampak akibat serangan tersebut.
Korban Sipil dan Sekolah Terdampak
Laporan media Iran menyebutkan bahwa serangan udara juga menghantam sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Puluhan siswa sekolah dasar dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.
Sumber di lapangan menyatakan bahwa banyak orang sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan akibat serangan tersebut.
Peristiwa ini memicu kecaman luas di dalam negeri Iran dan memperburuk situasi keamanan kawasan.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Beberapa lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain berada di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.
Langkah tersebut menandai eskalasi konflik yang semakin serius dan berpotensi memperluas ketegangan regional.
Situasi Kian Memanas
Hingga kini, situasi di kawasan masih terus berkembang. Komunitas internasional menyerukan de-eskalasi untuk mencegah konflik meluas.
Namun demikian, pernyataan keras dari pejabat tinggi Iran menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran, AS, dan Israel masih jauh dari mereda.

