Ribuan Sekolah Terdampak Bencana
Empat bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatra, kondisi pendidikan di beberapa daerah masih belum sepenuhnya pulih. Hingga kini, masih ada siswa belajar di tenda darurat karena bangunan sekolah mereka mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut.
Pemerintah mencatat ribuan fasilitas pendidikan terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025. Sebagian sekolah tidak dapat digunakan karena kerusakan struktural yang cukup parah.
Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan. Salah satu solusi sementara adalah menggunakan tenda darurat sebagai ruang kelas bagi para siswa.
Tenda Darurat Jadi Ruang Belajar Sementara
Sejumlah siswa yang sekolahnya rusak berat terpaksa mengikuti kegiatan belajar di tenda yang disediakan pemerintah. Tenda tersebut dilengkapi dengan beberapa fasilitas dasar agar proses belajar tetap bisa berlangsung.
Langkah ini diambil agar pendidikan tidak terhenti meskipun kondisi sekolah belum memungkinkan untuk digunakan. Guru dan siswa tetap menjalankan kegiatan belajar meski dengan keterbatasan fasilitas.
Sementara itu, sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang mulai diperbaiki secara bertahap. Selama proses perbaikan berlangsung, aktivitas belajar tetap dilakukan agar siswa tidak kehilangan waktu belajar terlalu lama.
Sekitar 3.700 Satuan Pendidikan Terdampak
Data sementara menunjukkan sekitar 3.700 satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana memerlukan penanganan lanjutan. Jumlah tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA.
Kerusakan yang terjadi pun bervariasi. Ada sekolah yang hanya mengalami kerusakan ringan, namun tidak sedikit yang mengalami kerusakan berat bahkan kehilangan bangunan secara keseluruhan.
Karena itu, pemerintah melakukan klasifikasi kerusakan untuk menentukan prioritas perbaikan. Sekolah dengan kondisi paling mendesak akan mendapat penanganan lebih dulu.
Perbaikan Dilakukan Bertahap
Proses rehabilitasi fasilitas pendidikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga mengumpulkan data dari berbagai daerah untuk memastikan proses perbaikan berjalan tepat sasaran.
Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta kementerian terkait. Sekolah umum seperti PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA ditangani melalui kementerian pendidikan.
Sementara itu, pendataan untuk madrasah dan pondok pesantren dilakukan oleh instansi yang menangani pendidikan keagamaan.
Pendidikan Tetap Harus Berjalan
Meskipun kondisi belum sepenuhnya pulih, upaya memastikan proses pendidikan tetap berlangsung menjadi prioritas utama. Tenda darurat menjadi solusi sementara agar siswa tetap bisa belajar sambil menunggu perbaikan sekolah selesai.
Dengan perbaikan yang terus berjalan, diharapkan para siswa dapat segera kembali belajar di ruang kelas yang lebih aman dan nyaman.

